Pukulan
Yeop Jireugi = Pukulan Samping
Chi Jireugi = Pukulan Dari Bawah Keatas
Dolryeo Jireugi = Pukulan Mengait
Pyojeok Jireugi = Pukulan Dengan Sasaran
momtong jireugi= pukulan mengarah ke tengah(pukulan mengarah ke perut)
are jireugi= pukulan ke bawah (pukulan ke arah kelamin)
oreon jireugi= pukulan dengan tangan kanan yang dilakukan sambil menendang(ap chagi)
Eolgol jireugi=pukulan ke atas (pukulan mengarah ke kepala)
Tendangan
Ap Chagi = Tendangan Kedepan
Dollyo Chagi = Tendangan Melingkar Depan
Yeop Chagi = Tendangan Samping
Dwi Chagi = Tendangan Kebelakang
Twieo Dwi Chagi = Tendangan kebelakang Yang Dilakukan Sambil Melompat
goley chagi= tendangan double
sip chagi an chagi= tendangan yang dilakukan sambil melompat dan tangkisan aremaki
eolgol ap chagi = tendangan mengarah ke atas (tendangan ke arah kepala)
momtong ap chagi=tendangan mengarah ke tengah(mengarah ke perut)
Tangkisan
aremaki = Tangkisan bawah
Elgol maki = Tangkisan ke arah kepala
Bakat Momtong Bakat Maki = Tangkisan dari arah dalam menggunakan bagian dalam lengan bawah.
Bakat Momtong An Maki = Tangkisan dari arah dalam menggunakan bagian luar lengan bawah.
An Maki = tangkisan darri arah luar.
bina maki an maki= tangkisan yang dimulai dari lengan bawah dan saat masuk ke dalam harus melalui lengan atas.
TAEGEUK-1 Jang “Keon”
Serangkaian aksi yang menerapkan prinsip keon dari palgwe
keon melambangkan sesuatu yang besar dan maha agung, yang menjadi asal dari segala sesuatu. keon merupakan permulaan segala sesuatu yang ada di bumi yang menjadi sumber penciptaan dan kekuatan yang berasal dari langit. langit pula yang memberikan cahaya matahari dan hujan, yang membuat segala sesuatu tetap tumbuh dan hidup. Taegeuk-1 bersifat sederhana namun dilakukan dengan penuh kekuatan dan menampakkan keperkasaan sesuai wataknya.
TAEGEUK-2 Jang “Tae”
Serangkaian aksi yang menerapkan prinsip Tae dari palgwe.
Tae menggambarkan keteguhan hati dan kelemah lembutan. dalam Tae, batin seseorang tetap teguh namun gayanya tampak lemah lembut, mengatasi keadaan dengan senyuman dan kebajikan. untuk itu, Taegeuk ini harus dilaksanakan dengan lemah lembut namun penuh kekuatan.
TAEGEUK-3 Jang “Ri”
Serangkaian aksi yang menerapkan prinsip Ri dari palgwe
Ri menggambarkan matahari dan api, dengan demikian Taegeuk 3 harus dilakukan dengan penuh semangat dan daya yang variatif.
TAEGEUK-4 Jang “Jin”
Serangkaian aksi yang menerapkan prinsip Jin dari palgwe.
Jin menggambarkan guntur dan kilat yang menimbulkan panik dan ketakutan, namun langit yang biru dan sinar matahari yang cerah akan muncul kembali. prinsip ini mengajarkan kepada kita bahwa dalam menghadapi bahaya dan ketakutan seharusnya kita bersikap tenang dan berani. begitu pula dalam Taegeuk 4 ada beberapa gerakan yang sulit dan memerlukan ketenangan serta keseimbangan yang baik saat melakukannya.
TAEGEUK-5 Jang “Seon”
Serangkaian aksi yang menerapkan prinsip Seon dari palgwe.
prinsip ini menggambarkan angin, yang pembawaan aslinya halus dan menghembus sepoi-sepoi, namun dapat menjadi dahsyat seperti badai. hal ini melambangkan sifat kerendahan dan kebaikan hati. didalam taegeuk ini terlihat gerakan yang berulang-ulang, dan ada gerakan yang terlihat monoton maupun yang sesekali menyentak dengan kuat.
TAEGEUK-6 Jang “Gam”
Serangkaian aksi yang menerapkan prinsip Gam dari palgwe.
Prinsip ini menggambarkan air, yang merupakan elemen yang paling fleksibel; bentuknya dapat berubah-ubah namun tak merubah hakekatnya. hal ini memberikan pengertian bahwa berbagai kesulitan dan penderitaan yang kita alami dapat diatasi jika kita tetap maju dan berbekal rasa percaya diri yang kuat.
TAEGEUK-7 Jang “Gan”
Serangkaian aksi yang menerapkan prinsip Gan dari palgwe.
Gan melambangkan gunung, yang menjadi simbol kestabilan karena dianggap tidak pernah bergerak. dan puncaknya mengingatkan kita untuk tahu kapan harus bertindak dan kapan harus berhenti. hal ini mengajarkan kita agar dalam setiap tindakan kita tidak gegabah. Taegeuk ini dilakukan dengan penuh ketenangan, namun tetap terlihat kokoh dan mantap.
TAEGEUK-8 Jang “Gon”
Serangkaian aksi yang menerapkan prinsip Gon dari palgwe.
Gon melambangkan bumi, yang kokoh, kuat dan bertenaga. bumi merupakan sumber kehidupan, dimana segala mahluk hidup dan tumbuh. bumi dianggap sebagai ciptaan kekuatan dari langit. hal ini diharapkan dengan penuh ketenangan, namun kita tetap dapat menjadi tempat tumbuhnya kekuatan dan pemikiran yang positif. Taegeuk-8 merupakan taegeuk yang terakhir, disini kita diharapkan dapat memperbaiki dan memperkokoh dasar kita sebelum mencapai tingkatan DAN.
- Putih melambangkan kesucian, awal/dasar dari semua warna, permulaan. Di sini para taekwondoin mempelajari jurus dasar (gibon) 1
- Kuning melambangkan bumi,disinilah mulai ditanamkan dasar-dasar TKD dengan kuat.Mempelajari gibon 2 dan 3. Sebelum naik sabuk hijau biasanya naik ke sabuk kuning strip hijau terlebih dahulu.
- Hijau melambangkan hijaunya pepohonan, pada saat inilah dasar TKD mulai ditumbuhkembangkan.(mempelajari taeguk 2). Sebelum naik ke sabuk biru biasanya naik ke sabuk hijau strip biru terlebih dahulu.
- Biru melambangkan birunya langit yang menyelimuti bumi dan seisinya,memberi arti bahwa kita harus mulai mengetahui apa yang telah kita pelajari.(mempelajari taeguk 4). Sebelum naik sabuk merah biasanya naik ke sabuk biru strip merah terlebih dahulu.
- Merah melambangkan matahari artinya bahwa kita mulai menjadi pedoman bagi orang lain dan mengingatkan harus dapat mengontrol setiap sikap dan tindakan kita.(mempelajari taeguk 6). Sebelum naik sabuk hitam, biasanya naik ke sabuk merah strip dua dan merah strip satu dahulu. Maksud dari matahari adalah tingkaran di mana seorang sabuk merah memberi kehangatan atau dalam arti denotasi mulai memberi ilmu atau bimbingan.
- Hitam melambangkan akhir, kedalaman, kematangan dalam berlatih dan penguasaan diri kita dari takut dan kegelapan. Hitam memiliki tahapan dari Dan 1 hingga Dan 9. Juga melambangkan alam semesta.
Arti bagian – bagian lambang :
- Perisai bulat, melambangkan kebulatan tekad dan keteguhan hati untuk membela persatuan dan kesatuan yang utuh dan bulat dari Taekwondo Indonesia .
- Kepalan tangan dengan lima jari – jemarinya melambangkan semangat perjuangan, keuletan dan ketekunan serta pantang menyerah.
- Warna hitam melambangkan suatu kekuatan atau ketahanan
- Warna kuning melambangkan kemuliaan dan kesejahteraan.
- Warna Merah Putih melambangkan kedaulatan Republik Indonesia.
Kecurangan kemudian terjadi lagi, pada saat Reza dari team New Scorpion kembali berlaga, 2 kali tendangan counternya yang telak mengenai body lawan, tapi juga tak di hitung nilainya, kesabaran masih tetap bertahan dari kubu New Scorpion. Malamnya, disaat Sabeum Rahmat dari kontingen Simalungun bertanding, kecurangan wasit terjadi lagi, del ol chagi kepala, mad badat , dan serangan dolyochagi dari beliau juga tak di hitung nilainya. Kesal, pasti juga di rasa oleh beliau, bahkan beliau juga merasa di curangi oleh wasit.
Hari kedua pertandingan, atlit putri dari kubu Simalungun juga menjadi korban kecurangan wasit di saat pertandingannya melawan nadia dari team Aceh Besar, 3 tendangan yang telak masuk, tapi tidak di hitung nilainya oleh wasit, sabeum Rahmat dengan sigap mengeluarkan atlitnya dari arena, untuk apa capek – capek berlaga tapi point2 yang jelas masuk tak di hitung, sampai2 beliau berkata “paling – paling Aceh Besar juga yang menang”. Di saat final fly putri pun saat Wikka dari team New scorpion bertanding dengan team SMA 7 Binjai, protes dari coach pun di saat dolyochagi wikka tepat bersarang di kepala lawannya pun tak di hitung nilainya.
Hari ketiga, lagi – lagi ada team yang merasa di curangi wasit, ini lah hari yang betul – betul sial untuk para wasit, pertama, team dari 112 Black Bear merasa di curangi wasit, sampai – sampai mereka marah dan melemparkan sampah ke arena sambil menghujat wasit dan team lawannya. Kedua, paskhas Riau, coachnya merasa di curangi wasit, masih dalam posisi mau menyerang, tiba – tiba nilai masuk untuk lawan secara tak terduga, belum lagi melakukan serangan, protes bertubi – tubi dari team Paskhas riau, sampai – sampai membuat coach dari paskhas riau emosi dan melempar oxygen kaleng ke matras. Setelah berdebat sekian menit, nilai di tambah untuk team Paskhas Riau, tapi ternyata, kubu lawannya, Panca Budi tidak terima dengan hasil demikian, nilai yang seharusnya unggul untuk panca budi, berbalik karena penambahan seperti itu, membuat coach Panca Budi protes ke meja panitia, situasi memanas, sampai – sampai atlit panca budi langsung keluar dari matras, tapi selang beberapa waktu, suasana kembali memanas lagi saat coach paskas kembali ke arena, malahan hamper adu jotos dengan salah
seorang wasit.
Setelah break beberapa saat karena masalah tersebut, giliran team New Scorpion di kelas Bantam bertanding dengan Aceh Besar, rupanya wasit tidak mengambil pelajaran dari beberapa masalah tadi, kembali lagi kecurangan terjadi, belum lagi Sabeum Purba dari New scorpion mengangkat kakinya untuk menyerang, nilai bertambah ke team lawan, dolyochagi dari lawan mengnai pantat sabeum purba pun jadi nilai untuk team lawan ( wah sangking sexy nya pantat sabeum purba, jadi ada nilai juga :p ). Selang satu partai, Angga bertanding dengan team dari Pidie, di sini, kembali lagi kecurangan dari wasit, bahkan para penonton pun tau jelas kalau angga di curangi, di saat lawan menyerang tidak mengenai angga, dan angga membalas dengan counter mat badat, telak mengenai lawan, tapi nilai masuk untuk lawan, serangan bertubi – tubi dari lawan yang mengenai pahanya pun jadi nilai untuk lawan, dwichagi lawan mengenai pantat cekingnya pun jadi nilai untuk lawan. Emosi Sabeum Wahyu sudah tak terbendung lagi, sabeum wahyu langsung menyuruh coach untuk mengeluarkan angga dari arena, dengan suara yang menggema ke seluruh GOR, sabeum wahyu berkata “ wasit suruh sekolah dulu jangan langsung jadi wasit “. Dengan amarah dan emosi team New Scorpion langsung meninggalkan GOR.
Kapan taekwondo Aceh bisa maju kalau perwasitannya seperti ini, hanya mendukung kontingen – kontingen sendiri, masalah pribadi dari wasit di lampiaskan ke arena, kapan Taekwondo Aceh bisa bersaing dengan taewondo2 provinsi lain kalu selalu seperti ini, SDM wasit tidak mendunkung, buat malu saja kalau seperti ini. Entah kalau cuma 1 team saja yang merasa di curangi, tapi ini sudah lebih dari 2 team, malahan disaat Firdaus dari Pidie melawan team dari paskhas, jelas – jelas kelihatan atlit dari paskhas melakukan kecurangan, tapi tidak ada pemotongan nilai. Disaat Firdaus terjatuh, team dari paskhas menginjak kelaminnya,menginjak perutnya,menendang dy dalam keadaan terjatuh tapi tidak ada pemotongan nilai, padahal peraturan jelas2, kalau lawan yang sudah terjatuh di serang lagi,pemotongan nilai satu.
Kinerja wasit kali ini betul – betul luar biasa buruknya, ntah bagaimana nasib Taekwondo Aceh kalau selalu seperti ini. Semoga kejadian kali ini bisa jadi cerminan dan pelajaran untuk para perwasitan di Aceh, jangan hanya mementingkan kantong belaka. Semoga kecurangan – kecurangan kali ini tidak terulang lagi. Buat malu saja kalau perwasitan begini terus. Buang aja janji setia wasit itu, mending wasit disumpah di bawah Al-Qur’an saja sebelum melaksanakan tugasnya agar tidak ada kecurangan lagi.